Sebetulnya saya kurang yakin sudah sembilan atau sepuluh tahun, jadi untuk amannya sebut saja sembilan tahun. Obeng ini saya beli di Mitra10 sewaktu saya masih tinggal di Depok, dan sekarang sudah tidak lagi di Depok.
Seperti terlihat pada foto di atas, memang ini obeng biasa, tampak tidak ada yang istimewa. Penampakannya yang agak bernoda di bagian gagangnya menunjukkan bahwa ini bukan barang yang baru. Sebenarnya jika diurai, obeng ini terdiri dari empat bagian, seperti foto di bawah:
Dari sebelah atas adalah gagang utamanya berbahan plastik keras yang berwarna kuning dan lapis karet pada bagian warna hitam dan abu-abu.
Di tengah adalah selosong pemegang mata obeng. Bagian tengahnya terlihat ada kuping yang berfungsi sebagai penahan agar tidak ikut berputar saat obeng/gagang difungsikan. Bola kecil di dekat kupingan berfungsi sebagai pengunci selongsong itu agar tidak jatuh atau lepas. Di kedua ujung selongsong terdapat lubang berbentuk segi enam untuk memegang mata obeng, satu berukuran 8mm, dan satu lagi berukuran 6.35mm (1/4 inci). Lubang segi enam ini selain sebagai pemegang mata obeng juga bisa difungsikan sebagai kunci shock dengan ukuran tersebut. Pada lubang yang berukuran 8mm sering saya gunakan saat membuka cover CVT motor. Lubang 6.35mm selain sebagai kunci shock juga bisa dipakai untuk berbagai mata obeng lain, termasuk juga sambungan obeng karena ukuran 6.35mm banyak digunakan mata obeng merk lain.
Di bagian bawah foto tampak dua mata obeng berbeda ukuran yang masing-masing memiliki dua ujung. Mata obeng PH2 dan SL2 di yang berdiameter 8mm dan mata obeng PH1 dan SL1 di yang berdiameter 6.35mm.
Selama 9 tahun sejak pembelian, obeng digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan otomotif. Sekali lagi terlihat biasa saja. Tapi dalam satu minggu selalu ada saja penggunaannya. Malah sempat digunakan intensif saat pembangunan rumah saya yang sekarang, memasang baut untuk engsel pintu, jendela, membuka dan memasang kembali peralatan, memasang kelistrikan dan sebagainya. Di otomotif, obeng ini digunakan dalam perawatan sepeda motor saya.
Mata obeng terlihat hitam akibat oksidasi, membentuk patina, bukan karat yang menggerus permukaan. Mata obeng yang kecil sering saya pasang di mesin bor dan sepertinya ada sedikit coakan akibat tergerus. Sedang mata obeng yang besar tidak ada kerusakan sama sekali.
Bagian selongsongnya yang berbahan stainless steel seperti terlihat masih bagus tanpa karat.
Gagangnya cukup kokoh, diameternya yang sekitar 3-4 cm dan agak mengecil ke bawah terasa pas di genggaman, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, bagian yang mengecilnya pas untuk menempatkan ibu jari saat diinginkan atau dibutuhkan. Lapisan karetnya cukup nyaman dan bermanfaat untuk tidak membuatnya licin karena keringat di tangan misalnya.
Secara umum obeng ini sangat layak, terbukti awet dan berfungsi sebagaimana mestinya. Jika ingin disebut kekurangan maka obeng ini tidak bermagnet, tapi jika anda memiliki magnitizer tentunya ini bukan masalah. Bukan yang termurah tapi juga bukan yang termahal. Bagi saya harganya sangat sepadan, atau bahkan melihat umurnya bisa dianggap murah untuk barang seharga dua puluh ribuan saat saya beli. Harga sekarangpun sepertinya tidak berubah banyak, setidaknya itu yang terlihat di toko officialnya.